Iamengatakan hal itu terkait dengan polemik pernyataan Puan saat mengumumkan calon peserta pilkada serentak 2020 dari PDI Perjuangan pada hari Rabu (2/9/2020). Baca Juga: Langgar Protokol, Pasangan AWR-IF Bawa 1.500 Massa Mendaftar ke KPUD Agam. Puan mengatakan, "Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Pancasila.
Selainitu, yang menarik dari acara tersebut adalah pernyataan Mas Menteri bahwa guru penggerak adalah bibit calon-calon pemimpin pendidikan di masa depan. Masih menurutnya, guru penggerak merupakan agen-agen perubahan yang di masa depan akan menjadi calon-calon kepala sekolah, calon-calon pengawas, serta calon-calon pelatih program pelatihan guru.
Merekaadalah calon-calon pemimpin di masa yang akan datang, karena itu harus disiapkan secara maksimal, jika ingin negara ini dipimpin oleh orang-orang yang hidup benar dihadapan Tuhan. Ini baru langkah awal, doakan follow up nya agar pelayanan di SMAN 1 Medan dapat terus berjalan dengan lebih baik lagi. Segala Puji hanya bagi Tuhan.
cash. Hiruk pikuk perpolitikan negeri ini menjadikan headline dimedia Massa dan elektronik; dari, usai bahkan menjelang pesta demokrasi akan datang mulai level presiden, legislatif, kepala daerah hingga pemilihan Kepala Desa bahkan pemilihan RT yang sejatinya banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya oleh masyarakat. Even hajatan demokrasi semacam itu laiknya memunculkan kedewasaan berdemokrasi masyarakat semakin teruji dan terasah. Pembelajaran berdemokrasi tersebut, sebenarnya bisa diawali dari level yang paling kecil semisal dilingkungan sekolah yakni dengan adanya pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah OSIS. Pendidikan demokrasi melalui pemilihan ketua OSIS yang dilakukan secara langsung, menjadi pembelajaran berharga bagi para siswa untuk mengenal proses demokrasi yang pada saatnya nanti anak-anak kita menjadi bagian dari masyarakat sesungguhnya, mereka sudah memiliki pengalaman yang pengenalan proses demokrasi sejak dini ini perlu ditanamkan oleh sekolah yang merupakan sumber pendidikan utama anak bangsa ini. Mengenalkan pendidikan demokrasi bagi siswa merupakan langkah awal menyiapkan calon pemimpin masa depan bangsa, setidaknya banyaknya calon pemimpin ke depan yang kaya pengalaman mulai dari jenjang sekolah sebagai suatu proses pembelajaran untuk memberi pengalaman kepada siswa khususnya praktik pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan PPKn, IPS dan pengembangan karaktek siswa lebih baik mala demokrasi perlu diajarkan dan dipraktekkan sejak dini untuk anak-anak kita, mulai dari sekolah mereka. Siswa belajar bagaimana memilih seorang pemimpin secara demokratis. Bagaimana praktek menggunakan hak suara atau hak pilihnya untuk menentukan siapa yang berhak dan pantas menjadi pemimpinnya dalam suatu wadah organisasi siswa OSIS. Kegiatan memilih ketua OSIS yang disalurkan melalui Pemiu OSIS sudah menjadi agenda rutin tahunan sebagai upaya menanamkan pemahaman demokrasi sejak dini kepada anak didiknya melalui pemilihan ketua OSIS secara langsung, umum, bebas, dan berdemokrasi ala pelajar ini diyakini sebagai proses pemahaman demokrasi yang baik bagi pelajar agar tidak canggung lagi ketika kelak hidup bermasyarakat dan ikut berperanserta dalam kehidupan bernegara yang menganut sistem demokrasi. Model pemilihan ketua OSIS secara langsung dapat mendorong peran siswa menjadi lebih dominan dan selaras dalam pembelajaran untuk membentuk karakter siswa yang diharapkan sejalan dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Kegiatan di sekolah ini bisa dijadikan sarana pembelajaran kehidupan berdemokrasi bagi siswa. Dengan pendidikan demokrasi sejak dini melalui praktek yang dibuat mulai dari rangkaian pembentukan panitia pemilihan pengurus OSIS, kampanye, debate calon, pelaksanaan pemilihan hingga pelantikan calon dalam pelaksanaan pemilihan ketua OSIS dapat dijadikan agenda tahunan sekaligus hari istimewa bagi siswa sebagai ajang pesta demokrasi ala pelajar. Dari sebuah pembelajaran demokrasi yang bermula dari sekolah tentunya banyak hal yang didapat. Kegiatan tersebut akan membuahkan karakter yang kuat, menghasilkan pemimpin yang bisa mengendalikan dirinya sendiri tentunya juga akan mampu mengendalikan sesuatu yang lebih besar orang lain. Saya pikir semua orang bisa belajar bagaimana memandang sebuah peristiwa demokrasi yang cerdas dan santun. Berkompetisi dalam pemilihan ketua OSIS dapat menghilangkan gap antara siswa, memperluas peranan siswa, memasukan ide-ide mereka dalam banyak agenda kegiatan sekolah. Terlebih sikap dan perilaku yang sportif dan santun dalam pembelajaran demokrasi dapat dinyatakan bahwa menang atau kalah itu hal biasa, harus sportif dan berlapang dada. Kesantunan disini sebagai sebuah karakter yang lahir dari kepolosan, kebiasaan dan budaya sekolah yang menjadi bagian kehidupan siswa sehari-hari. Harapan besar tentunya dapat dipetik terutama dalam mempertajam sudut pandang terhadap cara anak belajar dan menilai. Serta melihat mereka sebagai pribadi yang unik dan istimewa bukan hanya sebagai anak-anak tetapi calon-calon cendikiawan masa pelajar itu belajar mamahami, menarik kesimpulan, membuat argumen, menghargai orang lain dengan unik dari sudut pandang mereka sendiri. Mereka tak melulu harus didikte karena mereka belajar dari mengamati, mengalami, merenungi dan menggunakan landasan-landasan teori dari buku teks, referensi belajar di sekolah, Akhirnya meminjam istilah filosofis masyarakat Lampung yang penuh keragaman,"Amun mak kham sapa lagi, Amun mak ganta kemeda lagi Kalau bukan kita siapa lagi, Kalau bukan sekarang kapan lagi," Saya meyakini akan terlahir pemimpin yang berkualitas harapan banyak Aan Frimadona Roza, Kepala Sekolah SMPN 2 Kasui Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung, Saat ini di musim penghujan menanam cabai keriting di halaman rumahnya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Peran pemuda dalam setiap episode sejarah kehidupan suatu bangsa telah terbukti nyata. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas peran pemuda dalam proses perubahan suatu bangsa. Bukan hanya sejarah bangsa modern namun bangsa-bangsa atau kaum terdahulu pun tidak terlepas dari kontribusi pemuda di Yusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar Indonesia berkata,"Apabila ingin melihat suatu negara di masa depan, maka lihatlah pemudanya hari ini." Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peranan besar dan penting bagi suatu bangsa. Terlebih di masa yang akan datang, kenapa? Karena generasi mudalah yang kelak akan menjadi pemimpin, yang akan meneruskan estafet sejarah kehidupan menggantikan para pemimpin yang telah menjadi tidak disangsikan lagi, begitu banyak peran pemuda bagi bangsa ini, bahkan bagi dunia. Sejarah telah mencatat, bagaiamana Sutan Syahrir berperan besar dalam sejarah kemerdakaan bangsa Indonesia. Bagaimana Mark Zukerberg, Lary Page dan Sergey Brein yang begitu memiliki peranan besar dalam merubah peradaban dunia. Atau kisah pemuda Ibrahim yang berani memberontak dan bertindak revolusioner untuk memperbaiki tatanan sistem masyarakat yang sudah rusak. Kisah Ash-habul Kahfi para pemuda penghuni gua adalah bukti nyata bahwa pemuda selalu punya peran dalam merubah kondisi suatu bangsa yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa. Selain itu, para nabi dan rasul adalah contoh teladan peran pemuda dalam merubah suatu bangsa. Seperti yang dikatakan Michael H. Hart seorang penulis Barat terkenal, dalam bukunya "The 100 a Ranking of The Most Influential Persons in History" menuliskan bahwa Nabi Muhammad sebagai pemimpin yang paling berpengaruh di dunia. Lantas pertanyaannya, generasi muda seperti apa yang ideal menjadi pemimpin masa depan? Apakah semua anak yang disebut muda berdasarkan usia, seperti yang tertera dalam UU No. 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Apakah hanya berdasarkan usia saja, atau ada penialain lain yang lebih signifikan dalam menunjukkan kriteria pemuda ideal untuk pemimpin bangsa di masa depan. Karena secara psikologis, usia 16-30 tahun adalah masa transisi seseorang dari kanak-kanak menuju kedewasaan. Di mana sedang dalam pencarian jati diri, mengeksplor, dan mencari bekal yang berkualitas demi kehidupan di masa depan. Selain itu pemuda juga memiliki sifat kritis atas hal-hal yang mereka temukan belum baik, karena sifat mereka yang peka dan revolusioner. Dengan segala kelebihan yang dimiliki pemuda inilah yang menyebabkan pemuda menjadi harapan suatu bangsa agar menjadi bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang. Namun, sebagai manusia biasa, pemuda tetap memiliki sisi negatif. Misalnya, dari segi emosional, pemuda sangat berapi-api dan ingin mencoba sesuatu hal yang baru tanpa takut akan risiko sehingga mereka perlu dukungan dan arahan yang benar dari orang tua dan lingkungan hal tersebut, tentu didapat bahwa pemuda yang berkualitas, pemuda yang memiliki daya saing adalah harapan besar untuk masa depan yang lebih baik. Pemuda yang memiliki pendidikan berkualitas dan mempunyai jiwa leadership. Karena menjadi pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah. Harus mampu memaksimalkan kemampuan, sikap, naluri dan ciri-ciri kepribadiannya sehingga mampu mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk dapat saling bekerja sama mencapai satu menjadikan pemuda ideal menjadi pemimpin yang berkualitas di masa depan, tentu diperlukan penunjang yang baik. Seperti pendidikan yang mumpuni, juga aksesnya sehingga pemuda memiliki bekal yang cukup untuk membentuk karakter pemimpin yang sayangnya, untuk mencapai akses pendidikan yang dibutuhkan, terkadang masih menjadi kendala bagi beberapa kalangan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari akses, fasilitas hingga permasalahan ekonomi. Terlebih untuk wilayah terpencil dan kalangan ekonomi rata-rata ke bawah. Di tengah pelik pendidikan, justru disinilah Tanoto Foundation hadir, menjadi secercah mata air, memberikan akses pendidikan dalam bentuk beasiswa. "Tanoto Foundation tidak hanya memberikan dukungan keuangan, namun juga menyiapkan penerima beasiswa agar siap menjadi menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Tanoto Foundation juga terus berkomitmen dalam mendukung pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dan memajukan pendidikan Indonesia sebagai salah satu bagian penting dari upaya tersebut," tegas Anderson Tanoto, Anggota Dewan Pembina Tanoto berperan aktif dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, memberikan beasiswa secara sistematis kepada peserta didik yang benar-benar berkualitas. Sehingga ke depan diharapkan lahir generasi muda yang memiliki daya saing, dan menjadi pemimpin yang acara tahunan Tanoto Scholars Gathering yang mengusung tema "Learn and Lead." Dari tema ini terlihat Tanoto Foundation ingin memberikan pemahaman pada generasi muda agar dapat menggunakan berbagai kesempatan untuk terus belajar dan senantiasa mengembangkan kemampuan untuk menjadi pemimpin yang baik. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 062005 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d80f1b80cac0bcc • Your IP • Performance & security by Cloudflare
pelajar calon pemimpin masa depan